Erlass Prokreatif Indonesia

A+ R A-

Impian Medali OSN SMAN 28

E-mail Print PDF

“Mulai segala sesuatu dari hal kecil, karena tidak ada hal besar tanpa hal yang kecil, dan di atas langit masih ada langit, maka kita harus bisa lebih baik dari apa yang telah kita dapatkan,” Devin, Juara 1 OSN Ekonomi 2011.

Devin, Jami, Fikri dan Nazmun adalah siswa/i tim SMA 28 yang berhasil meraih prestasi di OSN Manado 2011. Dengan modal persiapan, belajar, banyak bertanya, mengikuti Bimbel, dan percaya diri, mereka berhasil melambungkan nama sekolahnya di. tingkat Nasional.

Ketika ditemui oleh warta erlass di sekolahnya di kawasan Pasar Minggu awal Nopember lalu, Devin sungguh tidak percaya bisa meraih medali emas pada OSN  Ekonomi 2011 mengalahkan 88 kandidat tingkat nasional. “Persiapan saya sebenarnya kurang begitu lama,” tutur Devin didampingi rekan-rekan tim OSN, Jami Hariyo Sudarmo dan Fikri Abdul Aziz (Astronomi), dan juga srikandi Nazmun Laila (Biologi).

Devin (Tangerang, 11 Nopember 1994) sangat hobi bermain komputer dan membaca buku cerita. Pemuda dengan perawakan putih dan rambut lurus ini mulai tertarik dengan IPS khususnya Ekonomi sejak di bangku SMA. ”Biasanya IPS kurang bergengsi dibandingkan dengan IPA. Saya berangan-angan memajukan nama IPS setidaknya agar setara dengan IPA”, tutur Devin yang semasa SD pernah menjadi juara III OSN IPA se-Jaksel, dan ketika menduduki bangku SMP mengikuti Lomba OSN bidang Astronomi namun tidak lolos.

“Senang banget bisa lolos, mewakili 28 dan Jaksel!“ serunya. Seleksi PRA OSP dilakukan di SMA 48 untuk bidang ekonomi. “Saya sempat tidak percaya diri karena saingan saya banyak yang pintar”, ujar Devin dengan mata berpijar penuh semangat. “Saat kompetisi tingkat Jaksel, saya berhasil mengerjakannya 2 jam. Jadi, sisa waktu yang saya punya kemudian saya gunakan untuk membaca kembali soal-soalnya,” lanjutnya.

Nazmun kepada warta erlass menambahkan bahwa soal-soal OSN tidak sesulit yang mereka bayangkan, “Soal-soal tertulis dalam 60 halaman. Ternyata materinya tidak begitu sulit karena kami sudah banyak latihan.” Nazmun, seorang gadis remaja yang menarik, aktif dan pintar yang bercita-cita menjadi seorang dokter.

Untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional di Manado, mereka bergabung dengan pelajar lainnya dari tingkat DKI untuk dibina secara khusus oleh tim pelatih OSN DKI. Jami dan Fikri berhasil meraih medali perunggu di tingkat OSN, dan Nazmun mampu menjadi finalis utama. “Saya sempat gugup di babak final, tapi pada akhirnya saya tetap bangga dengan keberhasilan saya,” kata Nazmun.

Fikri (Depok, 19 oktober 1994) mengatakan “Motivasi kami adalah ingin berprestasi di sekolah. Setelah lolos dari tiap seleksi, saya merasa mendapatkan kesempatan dibandingkan yang lain yang tidak lolos, dan pastinya ingin membahagiakan orang tua”.  Lalu Jami (Jakarta, 10 Pebruari 1994) menambahkan, “Kami berusaha untuk tidak mengecewakan teman-teman SMA 28 yang tidak lolos seleksi sebelumnya”.

Devin benar-benar tidak menyangka bahwa ia bisa mendapatkan emas. “Orang tua saya bahagia,” tutur Devin. “Dari materi seperti Ilmu Ekonomi, Bank Indonesia, Bank Syariah, dan Pasar Modal, 75% ke atas materi ilmu ekonomi dan pasar modal sudah saya kuasai. Entah kenapa saya bisa menang….”

Setelah ditanya mengenai pandangan Devin sebagai salah satu generasi muda tentang Perekonomian di Indonesia, menurutnya “pembangunan ekonomi kita harus ada pemerataan pendapatan, agar setiap daerah mempunyai kesamaan alokasi dana. Pemanfaatan otonomi daerah yang baik pada masing-masing daerah, bisa memajukan perekonomian Indonesia menyeluruh.”

Kunci keberhasilan remaja sekarang, katanya, “Kita tidak perlu pintar, tapi rajin dan kerja keras, mengutip pernyataan Einsten, jenius itu 1% Pintar 99% Kerja keras. Lebih baik kita menjadi orang rajin dan kerja keras untuk mencari ilmu. Perbanyak membaca, berdoa kepada Tuhan, dan restu orang tua”, Devin