Sebanyak sekitar 100 guru SD memenuhi ruangan Soekarno-Hatta , Ciracas pada Sabtu, 23 Pebruari 2013 lalu. Pada hari itu mereka mengikuti seminar dengan tema “ Profesionalisme Guru Abad 21” dengan pembicara Dr. Sopan Adrianto (Kabid Tendik DKI Jakarta) dan H. Maridi, S.Pd. MM (Kasie Tendik Kedisplinan dan Kesejahteraan DKI Jakarta). Acara ini dilaksanakan oleh PT. Erlass Prokreatif Indonesia Lembaga Diklat Pendidikan.
Sesi pertama dibawa oleh Bapak Sopan dan mengatakan bahwa DKI Jakarta adalah Ibukota negara dan pusat pemerintahan sehingga Jakarta menjadi barometer pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan guru-guru yang profesional yang dapat melakukan perannya secara optimal. Guru yang profesional harus dapat merumuskan konsep, mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Guru pun harus memiliki komitmen yang tinggi dan kuat dengan rasa penuh tanggung jawab dalam melaksanakan semua tugasnya.
Profesionalime guru inilah yang dibutuhkan untuk menunjang model pembelajaran abad 21 yaitu informasi (mendorong siswa mencari tahu dari berbagai sumber), komputasi (mengarahkan siswa mampu merumuskan masalah), otomasi (melatih siswa berpikir dalam pengambilan keputusan), dan komunikasi (menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi).
Meningkatkan profesionalisme guru tidak lepas dari kegiatan yang meningkatkan profesi guru itu sendiri. Pada sesi ini Bapak Maridi menerangkan tentang Profesionalisme Keprofesian Berkelanjutan (PKB). PKB terdiri dari unsur utama dan unsur penunjang. Unsur utama adalah ijazah pendidikan yang dimiliki sesuai kompetensi atau non kompetensi memiliki angka kredit sendiri. Sedangkan unsur penunjang terdiri atas pengembangan diri, karya inovasi dan publikasi karya ilmiah.
Pengembangan diri terdiri dari mengikuti berbagai pelatihan, seminar atau lokakarya. Untuk pengumpulan angka kredit yaitu seluruh undangan, surat tugas, handout dan sertifikat jangan dibuang tetapi dikumpulkan menjadi satu sebagai bukti ke Dinas Pendidikan. Karya inovasi yang menunjang mutu pendidikan yang sudah jadi dan laporan detailnya dibawa ke Dinas Pendidikan sebagai bukti. Dan untuk publikasi karya ilmiah, diperlukan 3 PTK (Penelitian Tindakan Kelas) untuk naik pangkat dari IVA ke IVB. Dalam kesempatan yang sama Bapak Sopan dan Bapak Maridi menyatakan kesediaannya untuk memberikan konsultasi jika para guru mempunyai masalah dengan profesi mereka. Seminar ditutup dengan foto bersama dengan narasumber dan Ibu Deborah Hutauruk sebagai direktur utama PT. Erlass.



